disini aku

Vonis haram, nantinya.      

 

Aku melihat banyak kekayaan di dunia ini. Alam raya, rumah-rumah, masjid-masjid dan berbagai keindahan lainnya. Tetapi di balik kekayaan itu, ternyata aku tidak mampu merasakannya. Alam raya menjadi milik orang nun jauh disana, rumah-rumah ditembok tinggi-tinggi hingga wajah si pemilik tenggelam di balik reruntuhan sosialitas, masjid-masjid telah dikontrakan kepada kumpulan-kumpulan pendoa yang nantinya dikuasai ahli-ahli tafsir mimpi yang akhirnya aku pun enggan datang kesana, dan pastinya mereka ingin jadi presiden.

Sangat nyata, kekayaan itu adalah kepemilikan, atau ini hanya bayangan, ilusi atau onani.

Andai aku bisa terbang bersama pelipur lara, andai aku bergantung di atap rumah-rumah Tuhan yang nanti akan kucaci dan kumaki dengan kata-kata bermakna dan mimpi-mimpi indah.

 

Nanti pun aku mati.

 

Jatiroke, 2003 : Adinegara

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s