Koalisi Hati

Gaduh riuh masalah koalisi yang diselesaikan berdasarkan nilai transaksi, tak berbeda jauh dengan masalah persona setiap orang.
Dalam keseharian, dunia kerja, bermasyarakat, bicara hati adalah bicara kepentingan.
Berteman dan berbisnis sebenarnya tidak berbeda jauh. Tentunya ada unsur kepentingan persona yang mewarnai konteks hubungan antar persona.
Contoh riilnya adalah “ehm, gue ga cocok dengan dia..”, ” kayanya kita dah ga sejalan lagi deh”, atau yang terparah “ah dia maunya menang sendiri”.
Ya, kita sebagai individu yang memiliki “perasaan” dan “logika” pastinya memiliki perbedaan.
Dan tentunya kita memiliki kepentingan. Jadi, tidaklah aneh bila dinamika politik saat ini selalu dilandasi azas kepentingan, tapi yang harus dicermati adalah sejauh mana kepentingan para elite memfasilitasi kepentingan rakyat banyak.
Ketika para pemilih meletakkan pilihan 5 tahunannya berari tiap-tiap pemilih mengamanatkan kepentingannya terhadap orang yang dipilih.

Iklan

Tidak Bisa Tidak Bisa

Dalam menghadapi beragam persoalan hidup kita, sebagai manusia yang dipenuhi ketidaksempurnaan, terkadang kita mundur sebelum persoalan terselesaikan. Kenapa kita harus mundur ?

Banyak orang melakukan ” mundur” karena dia tidak mampu untuk membicarakan segala sesuatu kepada dirinya sendiri. Tidak mampu mengendalikan dirinya sendiri. Tidak mampu mengkomunikasikan realita kepada dirinya sendiri yang pada akhirnya, feedback-nya tidak terarah.

Apa yang dia fikirkan tidak sesuai dengan apa yang dia lakukan. pada akhirnya, ganjaran pun tidak pernah sesuai.

Sebaiknya, kita mampu menangkap realita dengan obyektif. Karena kita adalah makhluk sosial, dimana proses pembelajaran yang ada di luar kita merupakan proses pembeljaran bagi diri kita.

Kemudian, Nalar yang menjadi kekuatan Citra diri kita harus dioptimalkan dengan mengeskplorasi realita menjadi sebuah pesan dengan etika ” moral yang kita anut sebagai filterisasi.

Setalah semuanya berproses, Putuskan apa yang harus kita lakukan,karena PILIHAN ada di tangan kita, BUKAN ORANG LAIN.