Mengkonsep Diri di Era Krisis

Mencari Pekerjaan saat ini sangat sulit. Apalagi tidak ditunjang oleh unsur kemampuan dan keahlian spesifik serta koneksi yang kuat. Bagi para lulusan baru (fresh graduate), harus berjibaku dengan para kompetitornya yang berjumlah ratusan ribu. Ditambah, perspektif yang dibangun sejak awal adalah “ kuliah – lulus dan mencari kerja “. Hal tersebut akan mempersempit kesempatan karena, daya serap perusahaan – perusahaan yang ada tidak sebanding dengan jumlah lulusan perguruan tinggi yang setiap tahunnya berkisar diangka 300 ribu orang. Mengutip dari dari salah satu blog , Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Erlangga Satriagung di Surabaya, Rabu (14/1) mengatakan lapangan kerja rata-rata hanya menyerap 37 persen lulusan perguruan tinggi. Bahkan, beberapa tahun ke depan diperkirakan daya serap itu menurun karena pengaruh resesi ini. Akan hal tersebut, menjadi sebuah kewajiban bagi para kaum muda terpelajar untuk kembali mambangun pandangannya ke arah kemajuan dengan menciptakan peluang kerja dengan keahlian spesifik. Keahlian spesifik tersebut tetap harus berdasarkan nilai jual di tengah masyarakat, dan memiliki Unique Selling Point yang kuat. Tidak serta merta memiliki keahlian namun pasaran, tidak menjual, dan tidak berkarakter. Diperlukannya analisa mendalam terhadap kebutuhan masyarakat saat ini baik yang terbagi dalam tiga tingkatan yaitu primer, sekunder maupun tersier. Jadi, Mulai dari sekarang kita harus mengkonsolidasikan hati dan pikiran yang kemudian diseimbangkan dengan kemampuan akademik dan diselaraskan atas analisa mendalam tentang kebutuhan masyarakat terkini. Maka, Brand atas DIRI KITA terbangun dengan kuat oleh Penciptaan Lapangan Pekerjaan yang mumpuni.

1.http://sapadunia.wordpress.com/2009/02/16/60-lulusan-perguruan-tinggi-menganggur/

Iklan