Dilepas SAZA

Banyak pasangan yang berebut porsi untuk memiliki. Banyak pasangan yang berkeluh kesah karena salah satu pihak lebih dominan untuk mengatur. mengikat dan tak pernah mau mengerti.

Banyak pula pasangan yang menjalankan hubungan dengan berat hati, seakan – akan hubungan tersebut bak pertarungan di arena balap mobil. penuh ketegangan, tikungan mematikan hingga celaka dua belas.

Nasib !? Bukan pastinya.

Biasanya, hubungan yang dijalani tak pernah ada hiasan komunikasi mendalam dengan sentuhan – sentuhan humanis. Yang ada, kekasihnya dianggap robot mainan yang siap menjalankan berbagai perintah dengan memencet satu tombol saja.

Ehm, mungkinkah hal itu dianggap memadu kasih, saling menyayangi bahkan penuh rasa cinta ? Apakah derita harus terus menerus diterima hanya karena dipengaruhi rasa takut kehilangan.

Dilepas SAZA. ya, bagi kekasih yang memiliki hasrat possesif, lepaskanlah hasrat itu secara perlahan. Lepaskan rasa takut kehilangan. Lepaskan rasa memiliki yang terlalu berlebihan. Karena kekasihmu itu bukanlah robot.

Jadikan ikhlas sebagai sebuah metode dalam mencintai.

Menerima kekurangan dan berbagi kelebihan.

Akankah ?

Iklan

Berpacaran dengan Khayal

Dalam kesendirian, tidak pernah berujar

Lelap malam melumat kata-kata

Menghujani segenap permimpian

Membiaskan rasa dan asa

Memang, terkadang kita tidak berfikir dengan lebih mendalam apa arti sebenarnya dari cinta dan kasih, kita mengjilangkan pemaknaan yang sebenarnya.

Mungkin aku tidak mampu untuk mengatakan kita “berpacaran” karena arti kata itu masih abstrak dan tidak jelas. Terlebih dengan arti kata ikatan.

Aku lebih memilih kita menjalani apa kata hati kita dan memaknai apa artinya ikatan hati. Ditambah sebenarnya jauh sudah kita masuk ke dalam sebuah ikatan yang meimiliki kekuatan.

Jangan kau memandang aku mempermainkan perasaan kamu tetapi aku lebih menghargai perasaan dan rasa sayang kamu.

Ketika kita bisa saling menyayangi dan mencintai, toh ucapan yang keluar dari mulut kita tentang komitmen terkalahkan oleh apa yang kita rasakan.

Gelap malam menggeliat, diiringi gemintang yang berdansa

Desiran angin mengembara mengajak tawa bermain dengan gembira

Walau lelampuan tetap tidak bergeming dari peraduannya

Tinggal hewan malam yang mencoba berlari dari segumpal gelisah

Sekian

-Gie-

Jatinangor, 15 September 2003

12:35