Bahu Membahu Mengubah DIRINYA 1

2009. Angka yang sangat magis bagi kaum yang serius untuk memperebutkan kue kekuasaan di Republik kita tercinta. Seliweran informasi mengenai partai politik, insan yang mempublikasikan dirinya sebagai agen perubahan, salam – salam kepada khalayak ramai sangatlah memusingkan.

Kita harus menentukan pilihan kita. Informasi yang beredar ” Memaksa ” kita untuk menjatuhkan pilihan kita padanya.

Tampak abu – abu. Pada Akhirnya. Kita tidak lagi bisa membedakan mana yang baik dan benar, serta salah dan buruk.

Iklan – iklan yang beredar sangatlah masokis. Dari penampakan aktifitas sosial, hingga individu yang sebenarnya merupakan bagian dari sejarah kelam bangsa Indonesia ( sejarah Kelam kejahatan HAM).

Bahasanya pun halus dan mengiang.

Mekanisme Citra

Ayam jago jangan diadu

kalo diadu, jenggernya merah

baju ijo jangan diadu

kalo diadu yang punya marah

kutipan lagu dangdut ayam jago diatas mendera pemikiran saya. penggunaan pantun yang dimasukkan kedalam syair lagu ini cukup menarik dikarenakan adanya pertautan antara penggunaan unsur simbolik dengan pesan yang ingin disampaikan.

kita sebagai manusia komunikan seakan-akan dan atau secara tidak sengaja menggunakan simbol-simbol dalam mengungkapkan pesan kepada lawan bicara kita.

hal tersebut bisa menggunakan simbolisasi warna, benda, bahkan hewan-hewan yang disetarakan dengan sikap manusia.

katakanlah orang yang marah mengungkapkan kemarahannya dengan kata-kata kasar hingga menyetarakan hewan dengan manusia berakal seperti ” anjing loe “!

simbolisasi makna tersebut menjadi sebuah polemik bagi kita untuk mempertanyakan kekuatannya dalam mengungkapkan keinginan dengan fakta yang terjadi di hadapan kita.

continued.