koalisi semu

Dinamika politik yang sedang berkembang saat ini memperlihatkan kepentingan partai berada di atas kepentingan rakyat banyak.
Terlihat dari prilaku DPR yang memenangkan penolakan hak angket mafia pajak dengan komposisi suara dari partai yang kini mendominasi kekuasaan dan partai yang menginginkan kue kekuasaan dibandingkan pemenangan pemberantasan mafia pajak yang menggurita.
Perkembangannya saat ini berpengaruh secara konstan dan reponsif terhadap SetGab koalisi yang terbentuk berdasarkan kepentingan ekesekutif mengamankan roda pemerintahannya.
Terlihat gamblang bahwa pilihan rakyat yang diamanatkan kepada para wakilnya di legislatif dikhianati.
Yang terjadi saat ini adalah politik transaksional dengan bagi-bagi kue kekuasaan, bukan politik yang berdasarkan kepentingan rakyat banyak dimana akar rumput berharap pada wakil-wakilnya memenangkan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan dan kemakmuran yang adil dan merata.

Iklan

NEWSTAINMENT

Program Televisi di Indonesia kini telah memiliki genre baru : NewsTainment. Dimana pengembangan aspek “siaran berita” menjadi materi hiburan yang mengasyikkan, ditunggu dan tentunya mengerek rating dan share stasiun TV.

Kita amati secara seksama, dari pemberitaan mengenai terorisme, bencana alam hingga yang terbaru (november 2009) yaitu PAGELARAN SIDANG MK kasus KPK VS POLRI.

Sebuah hal yang sangat menarik ditengah banyaknya perdebatan mengenai fungsi dan manfaat televisi yang jauh dari sisi edukasi saat program – program tv seperti sinetron dan perhelatan musik yang hanya mempertontonkan kemewahan dan “komoditas tubuh”.

NewsTainment kini menjadi tontonan alternatif, dan penikmatnya pun kini tersebar di seluruh lapisan unsur – unsur S-E-S, Demografi dan psikografi yang ada target audience.

 

Pemuda Sadar Bencana

Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, bergema ke seluruh Nusantara. Menjadi sebuah bukti, bahwa pemuda yang memiliki keberanian yang disertai kepekaan sosial yang tinggi, menjadi agen perubahan.

Dari setiap periodenya, pergerakan pemuda tak bisa dipungkiri kekuatan dan pengaruhnya. Dari perang kemerdekaan hingga reformasi 1998, Wajah Republik ini selalu dihiasi Pergerakan Kaum Muda yang Massif.

Dari isu politik, normatif hingga budaya, Pemuda memiliki peranan.

Indonesia terkini, masih memerlukan peran pemuda, yang tangguh dalam bergerak dan peka dalam Isu. Apalagi saat ini, Kondisi Indonesia di penghujung tahun 2009 dihiasi Bencana dan Musibah yang bertubi – tubi.

Peran pemuda, melalui kebijakan pemerintah dan NGO, bisa dimaksimalkan dalam ranah peringatan dini, penanganan bencana dan pengelolaan pasca bencana.

Prinsipnya, harus terbangun kelompok – kelompok pemuda di tiap tingkatan desa dan kota dengan mainstream SADAR BENCANA. PAstinya diperlukan pembekalan – pembekalan khusus mengenai manajemen bencana.

Dalam tataran teknis, para kelompok pemuda ini merupakan agen masyarakat yang sigap disaat terjadinya bencana. Karena, kekuatan alam tidak bisa kita cegah, yang kita mampu adalah meminimalisir resiko dan dampak bencana.

 

NURANI TAK BERUJUNG

Bencana alam menjadi hiasan dalam perjalanan hidup manusi. Di Indonesia sendiri, bencana alam menjadi sebuah fenomena yang berkelanjutan.  Dari bencana vulkanik, banjir, tanah longsor hingga yang terkini : gempa tektonik.

Hal tersebut banyak mengakibatkan kematian, kehilangan harta benda, degradasi kondisi psikologis dan traumatik.

Bencana alam terakhir yang terbesar di 2009 ini adalah gempa seumatera barat yang mengakibatkan ribuan orang meninggal, hilang, luka berat, luka ringan hingga kehilangan tempat tinggal.

Namun, Kondisi kekinian tersebut ternyata tidaklah menimbulkan rasa empati yang mendalam bagi para pejabat kita. Belum genap sebulan tragedi gempa Sumbar, kementrian Negara PAN dan Reformasi Birokrasi sudah mengusulkan kenaikan Gaji Menteri dan pejabat negara.

Belumlah duka mereka yang kehilangan, pejabat kita sudah bersiap menerima gaji baru dan jabatan baru dengan berbagai fasilitas yang dibiayai oleh keringat dan pengorbanan rakyat Indonesia.

Dan baru – baru ini pula, jajaran Pejabat KPU bersiap untuk “melakukan evaluasi” Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden ke beberapa negara yaitu Hongaria, Inggris, China, Australia, India, Arab Saudi, Jerman dan Kanada.

Mengutip dari Detik.com, LSM Indonesia Budget Center (IBC) pada Minggu 25 Oktober menyatakan, perjalanan KPU ke 8 negara menyedot anggaran negara nyaris Rp 1 miliar. Tiap anggota diperkirakan mengantongi Rp 67 juta.

Disaat para korban maih menunggu bantuan, disaat mereka sedang memikirkan bagaimana melanjutkan hidup, disaat anak – anak korban gempa berusaha memulihkan kondisi traumatik, ternyata Mereka masih bisa tertawa.

LEMAHNYA PERANAN PBB

24 Oktober diperingati sebagai Hari Persatuan Bangsa – Bangsa.

Yang harus kita cermati adalah Peringatan ini bukan hanylah momen pengingat saja, karena di era krisis global saat ini PBB seharusnya memiliki konsep PERSATUAN yang lebih tajam dan mendalam.

Sebagaiamana tujuan awal dibentuknya PBB ini adalah untuk menciptakan perdamaian dunia. Namun, hingga saat ini, peperangan antar bangsa SELALU TERJADI yang didominasi KEPENTINGAN EKONOMI.

Padahal, apabila kita tilik ke belakang, pendirian PBB didahului dengan perundingan oleh negara – negara sekutu yang terlibat dalam perang dunia kedua seperti Amerika, Prancis, Sovyet dan Inggris menuju jalan kedamaian.

Seperti tertuang dalam Piagam PBB yang ditandatangani oleh 50 negara, bahwa PBB didirikan untuk menjaga perdamaian di dunia, mengembangkan hubungan persahabatan antar bangsa, memupuk kerjasama internasional untuk menyelesaikan berbagai masalah ekonomi, sosial, dan budaya, serta mengembangkan penghormatan atas Hak Asasi Manusia dan kebebasan.

Namun, inkonsistensi negara – negara adikuasa khususnya Amerika dan Inggris dengan black idea dari Israel ternyata mencederai isi piagam tersebut.

Dapat diakui negara- negara adikuasa tersebut dengan komposisi Amerika, Cina, Rusia, Inggris dan Prancis memiliki hak veto dalam dewan keamanan PBB karena status mereka sebagai anggota tetap yang pada akhirnya kebijakan yang dikeluarkan pun berporos pada KEPENTINGAN BESAR mereka.

Kita bisa menarik kesimpulan bahwa PBB tidak memiliki taju, Resolusi perdamaian yang tertuang di Piagam PBB tidak berfungsi maksimal.

Peperangan terus bergulir, nyawa – nyawa manusia sungguh tidak lagi berharga, tidak adanya makna dari Kemanusiaan dan kini, Peperangan terus berlangsung.

KIB II : bukan kepentingan elit semata

Menaruh harapan. Tepatnya bagi Masyarakat Indonesia setelah Kabinet Indonesia Bersatu II dilantik Oleh Presiden SBY di Istana Negara.

Dengan berbagai latar belakang politik, titel pendidikan dan profesi, KIB II ini diharapkan menjadi jawaban atas kemenangan SBY dalam Pemilu Presiden 2009.

LANJUTKAN !. Bukan melanjutkan kemiskinan dan penggusuran, tetapi mengangkat kaum miskin ke era yang lebih layak melalui program kerja kabinet yang terstruktur dan sistematis.

LANJUTKAN ! dengan reformasi birokrasi yang efisien dan terarah supaya iklim investasi lebih bergairah tanpa harus kekanan dan kekiri, keatas dan kebawah akibat terlalu panjangnya proses birokrasi. Pada akhirnya, investor cenderung “malas” untuk menanamkan modalnya di Republik ini.

LANJUTKAN ! Dengan penuh konsistensi untuk memberantas praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Kepastian hukum dengan barometer keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa adanya proses penghukuman yang tebang pilih.

LANJUTKAN ! bukan lagi BLT yang mengharuskan rakyat penerimanya mengantri terlalu panjang, tetapi melalui mekanisme bantuan pemerintah yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, seperti modal usaha yang sangat mudah dan berjangka panjang disertai terbukanya lapangan pekerjaan.

LANJUTKAN ! Pendidikan murah bukan murahan, dengan kualitas pendidik yang seimbang di setiap daerah dan fasilitas pendidikan yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kinerja yang optimal dan berlandaskan mengutamakan kepentingan rakyat dengan tujuan memakmurkan rakyat yang berkeadilan sosial harus menjadi etos kerja bagi seluruh jajaran KIB II ini.

Bukan lagi tawa riang dan sorak sorai setelah namanya diumumkan oleh Presiden yang banyak disiarkan secara langsung oleh media nasional.

Bukan santernya Isu Kenaikan Gaji Menteri dan DPR, tetapi Program kerja yang sederhana tapi praktis dan mampu diaktualiasasikan, bukanlah “program kerja di atas langit”, karena rakyat tak butuh itu.

JANJI POLITIK

Selamat kepada Pak SBY dan Boediono, yang telah dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Repblik Indonesia periode 2009 – 2014.  Hari ini, awal dari Pemerintahan lanjutan SBY (didampingi Boediono) dalam membangun tatananan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.

Sebelum memenuhi janji kepada rakyat, Presiden SBY harus terlebih dahulu memenuhi janji kepada para pendukunngya yang telah melakukan pemenangan saat Pemilu Presiden 2009.

Dan, itu merupakan tugas yang sangat berat serta dapat dikatakan bahwa tahapan – tahapan pemenuhan janji presiden kepada para pendukungnya terutama dari elit partai adalah refleksi bangsa Indonesia terkini.

Dukungan yang diberikan bukanlah ikhlas tanpa pamrih, suara yang diberikan bukanlah hal yang begitu saja diberikan tetapi berkaitan dengan pembagian kue kekuasaan yang bisa diterima. Semua ada ” itung – itungannya “.

Mungkin, kita harus kembali melihat kedalam,sudah seperti itukah kita ? Apakah dalam setiap bantuan yang kita berikan kepada sesama ada sesuatu yang kita inginkan ? Pastinya, yang paling minimal adalah PAHALA.