RASA YANG HILANG

Salam kepada semua rekan, Apakah Terfikir atas sebuah rasa yang utuh, saat kita berada dalam kedalaman di ruang yang dalam ? Rasa dimana kita memiliki hutang yang begitu besar dan ternyata kita belum bisa dan atau tidak akan pernah bisa membayarnya ? Kita pernah dicintai oleh seseorang, kita pernah dikasihi oleh seseorang dengan tulus. Dia tidak pernah meminta balas, pamrih, ataupun sesuatu yang berharga dari kita. Dia tersenyum, dia membelai kita dengan hangat dan dia mampu menembus relung hati ini dengan tatapan mata yang seakan – akan berkata ” aku menyayangi kamu dengan apa adanya ” Saat itu kita terpejam, tetapi, saat mata ini terbuka, kita menyadari sepenuhnya, bahwa DIRINYA adalah milik orang lain. Kata – katanya mengalir dengan nada – nada indah, senyumannya membuat kita lupa keadaaan diri kita sebenarnya, kehangatannya menjadikan diri kita seakan melayang menembus nirwana. Sampai saat ini pun, kita hanya bisa mengatakan, KAU, ADALAH PENGALAMANKU. Dia pergi, bersama DIRINYA, tetapi menyempatkan diri untuk mengecup kening kita dan menatap mata kita mendalam…seakan – akan berkata ” jangan pernah kau lepaskan cinta ini, walau diriku telah bersama dirinya “

Iklan

Berpacaran dengan Khayal

Dalam kesendirian, tidak pernah berujar

Lelap malam melumat kata-kata

Menghujani segenap permimpian

Membiaskan rasa dan asa

Memang, terkadang kita tidak berfikir dengan lebih mendalam apa arti sebenarnya dari cinta dan kasih, kita mengjilangkan pemaknaan yang sebenarnya.

Mungkin aku tidak mampu untuk mengatakan kita “berpacaran” karena arti kata itu masih abstrak dan tidak jelas. Terlebih dengan arti kata ikatan.

Aku lebih memilih kita menjalani apa kata hati kita dan memaknai apa artinya ikatan hati. Ditambah sebenarnya jauh sudah kita masuk ke dalam sebuah ikatan yang meimiliki kekuatan.

Jangan kau memandang aku mempermainkan perasaan kamu tetapi aku lebih menghargai perasaan dan rasa sayang kamu.

Ketika kita bisa saling menyayangi dan mencintai, toh ucapan yang keluar dari mulut kita tentang komitmen terkalahkan oleh apa yang kita rasakan.

Gelap malam menggeliat, diiringi gemintang yang berdansa

Desiran angin mengembara mengajak tawa bermain dengan gembira

Walau lelampuan tetap tidak bergeming dari peraduannya

Tinggal hewan malam yang mencoba berlari dari segumpal gelisah

Sekian

-Gie-

Jatinangor, 15 September 2003

12:35

Dekat semakin jauh

Semakin kita dekat dengan seseorang, kita semakin jauh dengan orang tersebut. Apakah anda semua pernah merasakan hal tersebut.

Walaupun tidak secara sadar kita rasakan, namun, biasanya hal tersebut selalu terjadi.

Ketika kita dekat dengan seseorang, hingga kita merasa memiliki orang tersebut, semakin banyak friksi yang timbul dan semakin banyak konflik yang terbangun. Detik demi detik kita rasakan penuh pertengkaran, penuh dinamika pergolakan perasaan dan hasrat yang tak pasti dalam artian perasaan – perasaan yang sedikit bodoh seperti posesif, merasa cermburu dan takut kehilangan yang sangat.

Hal – hal tersebut mengalir dengan apa adanya seperti aliran sungai menuju ke lautan luas.

ehm, apakah kita pernah mengkomunikasikan hal tersebut ????

menanti kunang – kunang

Dalam rinai hujan, aku menepikan hati di persimpangan keinginan. lekukan jalan yang dipenuhi rerumputan nestapa dan ketakutan. Menghuni ruang rindu tepat pukul dua belas malam, saat kegelapan perlahan mulai bersiap, berganti terang syahdu yang berdentang.

Degup malam, di rinai hujan, tak ayal membekukan sekeping luka. merah warna darah dan sakit akan rasa, yang dibelai oleh kedukaan dan hangatnya tangisan.

ruang kantor.19.30.jakarta