Lakukan Sesuatu Hingga Tuntas

Saya pernah bertemu dengan seorang kawan lama, yang merupakan salah satu orang terbaik dalam kehidupan ini.
Ia menjadi sahabat yang selalu memotivasi eginamakoe dalam keseharian, terutama masa-masa di kampus.
Pernah ia mengatakan sesuatu, “yang ga mungkin di dunia ini adalah memakan kepala sendiri” ujarnya.
Ya, semua ada kemungkinan untuk dilakukan. Permasalahan sesulit apapun memiliki solusinya.
Sesuai dengan kata-kata dari Napoleon Bonaparte yakni “tidak ada yang tidak sulit, tetapi tidak ada yang tidak mungkin”.
Ujungnya adalah, bagaimana kita mampu melakukan dan menghadapi sesuatu hingga tuntas.

Iklan

Menjadi Manusia Jujur

Menjadi pribadi yang sempurna memang sangat sulit, dan sudah digariskan bahwa tidak ada manusia sempurna.

Yang perlu ditelaah adalah bagaimana menjadi pribadi yang memiliki citra positif, bukan public enemy ataupun “biasa-biasa” saja.

Sebagian besar orang, berusaha menjadi pribadi yang disukai banyak orang. Memaksakan untuk “masuk” ke lingkungan dengan mengikuti kebiasaan kolektif namun terkadang lupa akan kemampuannya.

Hal tersebut seringkali menjadikan konflik internal sebagai stimulus yang mendorong ketidakseimbangan.

Akhirnya, derita personalah yang dirasakan.

Yang diperlukan adalah menjadi Pribadi yang Jujur. Tidak memaksakan dan juga tidak menjauhi.

Yang dilupakan, biasanya, seseorang hanya ingin masuk ke sebuah “lingkungan” tanpa sebelumnya mengenali lingkungan tersebut.

kreatif itu susah ?

Mentok ?
Ga ada ide ?
Kosong, hampa ?

Senantiasa, setiap kali kata-kata itu keluar di pikiran kita, yang ada selalu saja menyalahkan diri sendiri.

Ach, ga kreatif !!!

Padahal ide bertebaran dimana-mana. Mengutip tagline iklan minuman soda, “kapan saja, dimana saja” ide itu selalu ada.

Hanya kita tak menyadari kehadiran ide-ide cemerlang secara tak sengaja. Sayangnya, kita tak mampu untuk menuliskan atau mencatat ide yang datang tiba-tiba yang sebenarnya suatu saat yang tepat akan menjadi hal yang bombastis.

Jurus pertama, Sigap !!!

Ya, saat ide tiba-tiba datang langsung catat, dan diwaktu luang kita pikirkan kembali yang kemudian mampu kita jadikan rencana kerja untuk dieksekusi secara matang.

Biasakan Berfikir Sebelum Bertindak

Kebiasaan !!! Kenapa ga gw batalin sih, jadikan kejadian….. Ach, tadi aja gw ga ikut !!!… Tuch kan, perasaan gw tadi ga enak, ternyata begini sekarang jadinya…

Kebiasaan kita sebagai manusia yang jauh dari sempurna salah satunya terlalu cepat mengambil keputusan, kurang matang dalam bersikap dan lupa ada prinsip sebab-akibat yang berlaku.

Biasanya juga, kejadian buruk yang menimpa diri kita (saya sendiri juga sering merasakan) adalah tidak enak untuk berkata tidak.

Di akhirnya, kita merasa merugi…

median konflik dalam meningkatkan kematangan berfikir

Konflik yang menjadi media dalam meningkatkan kesadaran berfikir seseorang. Terjadinya pergesekan, perbenturan dikala berhadapan langsung dan pada akhirnya terjadi tekanan – tekanan pada seseorang.

Kesadaran berfikir seseorang memang harus dibangkitkan oleh stimulus baik itu positif maupun negatif yang seharusnya mampu difilter untuk terciptanya rangkaian prilaku yang berdampak baik bagi dirinya maupun orang lain.

Kematangan berfikir seseorang bisa tercipta oleh tekanan – tekanan tersebut karena masing – masing pribadi “dipaksa” oleh keadaaan untuk meningkatkan kemampuan berfikirnya dalam sekejap yang diarahkan untuk membentuk solusi terbaik.

 

susahnya berkata tidak

Apakah salah ketika kita tidak mampu mengucapkan kata tidak disaat pertemanan telah berjalan sekian lama.
Sebagai insan yang terlahir dengan hati, dibiasakan untuk bertepa salira, memang, kata tidak menjadi tabu kala sahabat butuh pertolongan, teman minta bantuan walaupun kadang kenyataannya diri kita sendiri pun perlu dibantu.
Kenyataannya, ketika kata tidak telah terucap, maka lahirlah permusuhan yang tak disangka.
Pastinya, hampir kita semua pernah merasakan hal tersebut.

Koalisi Hati

Gaduh riuh masalah koalisi yang diselesaikan berdasarkan nilai transaksi, tak berbeda jauh dengan masalah persona setiap orang.
Dalam keseharian, dunia kerja, bermasyarakat, bicara hati adalah bicara kepentingan.
Berteman dan berbisnis sebenarnya tidak berbeda jauh. Tentunya ada unsur kepentingan persona yang mewarnai konteks hubungan antar persona.
Contoh riilnya adalah “ehm, gue ga cocok dengan dia..”, ” kayanya kita dah ga sejalan lagi deh”, atau yang terparah “ah dia maunya menang sendiri”.
Ya, kita sebagai individu yang memiliki “perasaan” dan “logika” pastinya memiliki perbedaan.
Dan tentunya kita memiliki kepentingan. Jadi, tidaklah aneh bila dinamika politik saat ini selalu dilandasi azas kepentingan, tapi yang harus dicermati adalah sejauh mana kepentingan para elite memfasilitasi kepentingan rakyat banyak.
Ketika para pemilih meletakkan pilihan 5 tahunannya berari tiap-tiap pemilih mengamanatkan kepentingannya terhadap orang yang dipilih.