Koalisi Hati

Gaduh riuh masalah koalisi yang diselesaikan berdasarkan nilai transaksi, tak berbeda jauh dengan masalah persona setiap orang.
Dalam keseharian, dunia kerja, bermasyarakat, bicara hati adalah bicara kepentingan.
Berteman dan berbisnis sebenarnya tidak berbeda jauh. Tentunya ada unsur kepentingan persona yang mewarnai konteks hubungan antar persona.
Contoh riilnya adalah “ehm, gue ga cocok dengan dia..”, ” kayanya kita dah ga sejalan lagi deh”, atau yang terparah “ah dia maunya menang sendiri”.
Ya, kita sebagai individu yang memiliki “perasaan” dan “logika” pastinya memiliki perbedaan.
Dan tentunya kita memiliki kepentingan. Jadi, tidaklah aneh bila dinamika politik saat ini selalu dilandasi azas kepentingan, tapi yang harus dicermati adalah sejauh mana kepentingan para elite memfasilitasi kepentingan rakyat banyak.
Ketika para pemilih meletakkan pilihan 5 tahunannya berari tiap-tiap pemilih mengamanatkan kepentingannya terhadap orang yang dipilih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s