MIYABI : (WAJAH) GENERASI TERKINI

MIYABI. Seakan – akan menjadi sebuah magnet tersendiri untuk dibahas dari berbagai sudut. Artis (?) Muda fenomenal ini, beberapa waktu lalu menghebohkan masyarakat Indonesia. Rencana kedatangannya tak lepas dari sorotan berbagai media massa, komentar dari berbagai pihak dan lembaga.

Status keartisannyalah yang “menghantarkan” Miyabi sebagai sensasi perbincangan tersendiri. ARTIS NUDIS, menempel lekat pada dirinya. Wanita yang bernama asli Maria Ozawa ini memang bukan artis biasa karena Populer melalui film – film blue yang menampilkan adegan – adegan “panas”.

Namun, Apabila kita bandingkan dengan kondisi GENERASI saat ini (mayoritas), tidaklah berbeda jauh. Karena, di sekeliling kita, banyak GENERASI muda(walaupun tidak bisa kita kelompokkan dari segi usia dan profesi )  sudah tak sungkan lagi untuk mempraktekkan yang seharusnya menjadi “aktivitas” pasangan suami istri yang sah.

Video “mesum” banyak beredar, baik dalam bentuk cakram maupun media internet. Perbedaannya dengan Miyabi adalah :

  1. Miyabi beradegan panas dibayar secara profesional, generasi sekarang beradegan “atas nama cinta” (inipun masih harus diperdebatkan)
  2. Miyabi beradegan “panas” bertujuan untuk “dikonsumsi” oleh publik dan menghasilkan keuntungan (karena sudah menjadi profesi), sedangkan GENERASI saat ini sebenarnya hanya untuk dokumentasi pribadi namun karena terjadinya kebocoran, ujung-ujungnya menjadi konsumsi publik.  Sayangnya tidak menghasilkan keuntungan tetapi kerugian moral.
  3. Miyabi beradegan panas diproduksi secara profesional dan terarah dengan kualitas gambar dan suara yang jernih, Kasus Generasi sekarang diproduksi amatiran, hanya menggunakan kamera PONSEL atau handycam biasa dengan kualitas gambar  dan suara yang tidak bagus.

Setidaknya, Perbandingan tersebut (subyektif penulis) patut kita cermati lebih dalam dan menjadi bahan pemikiran kita. Bukankah sebaiknya Kasus Miyabi ini merupakan cerminan dari Generasi terkini yang jauh dari harapan.

Alangkah lebih baiknya, Kasus Miyabi menjadikan bangsa ini segera berbenah diri karena, Para Pendiri bangsa ini tidak menghendaki apa yang mereka korbankan pada akhirnya dirusak dan dinjak – injak oleh para penerusnya.

Semoga !

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s