ARTI JANJI

Kamis, 22 Oktober 2009. Hari pelantikan KABINET INOONESIA BERSATU II.

34 orang menteri dan 2 Pejabat setingkat menteri mengucap Janji sesuai dengan agama yang dianut dan dihadapan 240 juta orang rakyat Indonesia.

Perjanjian Vertikal dengan Sang Khalik dan Horizontal terhadap Rakyat Indonesia. Sebagai pengucap janji, kesatriaan mereka diuju, karena yang diharapkan adalah pembuktian. Bukan sekedar ucapan yang formalistis yang kemudian lupa begitu saja tanpa ada pertanggungjawaban moral.

Namun, biasanya dan mayoritas, janji – janji di keseharian hanyalah ” jualan kata – kata”. Dimana tindakan tersebut untuk menarik keinginan  orang lain menjadi keinginan dirinya sendiri.

Banyak kasus kalau kita bicara “janji sebagai jualan kata-kata’. banyak pasangan suami istri cerai dengan pengingkaran janji untuk berlaku adil yang ujungnya berakhir perselingkuhan. Janji anak kepada orang tua agar rajin sekolah dan belajar berujung pengingkaran dengan membolos dan memkai uang spp untuk sekedar main PS.Hingga janji mulia sebagai pejabat berwenang berakhir dengan penghianatan kepada rakyat banyak yang berlaku korup.

Janji. Kata – kata. Yang sebenarnya bukanlah “jualan kata-kata”, tetapi merupakan simbolitas jiwa yang kesatria dengan konsistensi, berpegang teguh pada prinsip keadilan sosial serta kemuliaan tanpa penghianatan.

Dan yang harus dicermati adalah : JANJI YANG BERUCAP DISAKSIKAN OLEH SANG KHALIK DENGAN KEKUASAANNYA MAMPU MENGUBAH KEHIDUPAN SESEORANG SEMUDAH MEMBALIKAN TELAPAK TANGAN !!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s