Bahu Membahu Mengubah DIRINYA 1

2009. Angka yang sangat magis bagi kaum yang serius untuk memperebutkan kue kekuasaan di Republik kita tercinta. Seliweran informasi mengenai partai politik, insan yang mempublikasikan dirinya sebagai agen perubahan, salam – salam kepada khalayak ramai sangatlah memusingkan.

Kita harus menentukan pilihan kita. Informasi yang beredar ” Memaksa ” kita untuk menjatuhkan pilihan kita padanya.

Tampak abu – abu. Pada Akhirnya. Kita tidak lagi bisa membedakan mana yang baik dan benar, serta salah dan buruk.

Iklan – iklan yang beredar sangatlah masokis. Dari penampakan aktifitas sosial, hingga individu yang sebenarnya merupakan bagian dari sejarah kelam bangsa Indonesia ( sejarah Kelam kejahatan HAM).

Bahasanya pun halus dan mengiang.

Iklan

Perbaharui Citra Anda

Sosialita. menjadi alam bagi kesadaran kita untuk berprilaku dengan sebaik – baiknya, agar tidak terjerembab ke dalam lubang kenistaan. Kuper and Disoaliasi.

Banyak hal yang menyebabkan kedua hal tersebut. SAlah satunya adalah pengalaman masa lalu yang masih terbayang – bayang, menghantui setiap langkah dan tindakan kita. Pada akhirnya, ketakutan dan kekhawatiran serta amarah mendesak kita untuk menjauhkan diri ini dari lingkungan sekitar.

Perasaaan bersalah yang terlalu berlebihan seakan -akan mengumbar ketakutan dan kekhawatiran diri kita. Setiap kita mengenal orang lain, kita tidak mau mendalami perkenalan tersebut. disaat kita berada di lingkungan yang baru, seakan- akan semuanya memusuhi kita. Paranoid.

Kita buang jauh – jauh ketakutan kita. Kita bangun persepsi diri kita menjadi sebuah kekuatan yang positif, jadikanlah diri kita ini sebagai sesuatu yang erguna, walau hanya menjadi teman untuk mendengarkan keluh kesah kawan kita.

Buang jauh – jauh kesan setiap orang yang seakan -akan memusuhi, yang sebenarnya kita sendiri yang membangun permusuhan itu. Toch pada akhirnya, Kita yang berbuat dan kita yang harus menerima akibatnya.

Berbagi Ach…

Bulan Ramadhan bulan yang penuh keberkahan, bulan yang ditekan untuk saling berbagi dengan sesama. Berbagi kemaslahatan untuk mendapatkan ampunan dan Ridha dari Sang Khalik.

Berbagi ini pun bisa kita bagi – bagi juga.

Berbagi hal material ( amal / sadakah ), berbagi untuk meringankan sodara – sodara kita yang membutuhkan uluran tangan dalam kehidupannya. Berbagi dengan keikhlasan tanpa ada pengharapan dalam bentuk apapun.

Cerita. Prinsip berbagi ini pun bisa kita luaskan lagi pemahamannya. Berbagi cerita dengan sesama. Terkadang, kita melewatkan sodara kita yang membutuhkan seorang kawan, yang bisa diajak untuk sekedar mendengarkan keluh kesah.

Setidaknya, kita juga beramal. karena, di lingkungan sosial kita, masih banyak mereka – mereka yang masih malu untuk bercerita, mengungkapkan perasaanya dengan utuh. Banyak fakta, mereka yang sangat ekstrovert, melewatkan kehidupannya dengan deviasi moral. Chaos secara ruhani, tanpa aturan dan sangat jauh lagi : Bunuh Diri.

Maukah kita memberikan pundak kita sebagai sandaran sodara kita, kawan kita, yang sedang diterpa badai kehidupan. Apakah kita mau memberikan waktu kita dengan utuh dan ikhlas hanya untuk mendengarkan cerita, ketertekanan psikis dan luapan air mata ?

Dilepas SAZA

Banyak pasangan yang berebut porsi untuk memiliki. Banyak pasangan yang berkeluh kesah karena salah satu pihak lebih dominan untuk mengatur. mengikat dan tak pernah mau mengerti.

Banyak pula pasangan yang menjalankan hubungan dengan berat hati, seakan – akan hubungan tersebut bak pertarungan di arena balap mobil. penuh ketegangan, tikungan mematikan hingga celaka dua belas.

Nasib !? Bukan pastinya.

Biasanya, hubungan yang dijalani tak pernah ada hiasan komunikasi mendalam dengan sentuhan – sentuhan humanis. Yang ada, kekasihnya dianggap robot mainan yang siap menjalankan berbagai perintah dengan memencet satu tombol saja.

Ehm, mungkinkah hal itu dianggap memadu kasih, saling menyayangi bahkan penuh rasa cinta ? Apakah derita harus terus menerus diterima hanya karena dipengaruhi rasa takut kehilangan.

Dilepas SAZA. ya, bagi kekasih yang memiliki hasrat possesif, lepaskanlah hasrat itu secara perlahan. Lepaskan rasa takut kehilangan. Lepaskan rasa memiliki yang terlalu berlebihan. Karena kekasihmu itu bukanlah robot.

Jadikan ikhlas sebagai sebuah metode dalam mencintai.

Menerima kekurangan dan berbagi kelebihan.

Akankah ?