menanti kunang – kunang

Dalam rinai hujan, aku menepikan hati di persimpangan keinginan. lekukan jalan yang dipenuhi rerumputan nestapa dan ketakutan. Menghuni ruang rindu tepat pukul dua belas malam, saat kegelapan perlahan mulai bersiap, berganti terang syahdu yang berdentang.

Degup malam, di rinai hujan, tak ayal membekukan sekeping luka. merah warna darah dan sakit akan rasa, yang dibelai oleh kedukaan dan hangatnya tangisan.

ruang kantor.19.30.jakarta

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s