Mekanisme Citra

Ayam jago jangan diadu

kalo diadu, jenggernya merah

baju ijo jangan diadu

kalo diadu yang punya marah

kutipan lagu dangdut ayam jago diatas mendera pemikiran saya. penggunaan pantun yang dimasukkan kedalam syair lagu ini cukup menarik dikarenakan adanya pertautan antara penggunaan unsur simbolik dengan pesan yang ingin disampaikan.

kita sebagai manusia komunikan seakan-akan dan atau secara tidak sengaja menggunakan simbol-simbol dalam mengungkapkan pesan kepada lawan bicara kita.

hal tersebut bisa menggunakan simbolisasi warna, benda, bahkan hewan-hewan yang disetarakan dengan sikap manusia.

katakanlah orang yang marah mengungkapkan kemarahannya dengan kata-kata kasar hingga menyetarakan hewan dengan manusia berakal seperti ” anjing loe “!

simbolisasi makna tersebut menjadi sebuah polemik bagi kita untuk mempertanyakan kekuatannya dalam mengungkapkan keinginan dengan fakta yang terjadi di hadapan kita.

continued.

menanti kunang – kunang

Dalam rinai hujan, aku menepikan hati di persimpangan keinginan. lekukan jalan yang dipenuhi rerumputan nestapa dan ketakutan. Menghuni ruang rindu tepat pukul dua belas malam, saat kegelapan perlahan mulai bersiap, berganti terang syahdu yang berdentang.

Degup malam, di rinai hujan, tak ayal membekukan sekeping luka. merah warna darah dan sakit akan rasa, yang dibelai oleh kedukaan dan hangatnya tangisan.

ruang kantor.19.30.jakarta