arti perawan (dalam sebuah iklan)

APAKAH ANDA MASIH PERAWAN ?
Kata-kata ini muncul di layar televisi kita berulang kali sebelum nama produk dimunculkan. Walaupun pemunculan kata-kata itu tidak lebih dari 5detik, namun bisa menimbulkan kegelisahan di tingkatan masyarakat awam.
Perawan (dengan imbuhan ke-an) merupakan kesucian bagi segolongan masyarakat (perempuan). Dan bila kita memperhatikan iklan tersebut menjadi ambigu maknanya.
Perawan dalam artian masih suci dan perawan dalam segi seksual (maaf :masih rapet, belum blong).
Hal ini merupakan sebuah sumbu ledakan yang sewaktu-waktu akan membakar periklanan sendiri dengan korelasi informasi produk (beserta pencitraan) dengan kadia-kaidah budaya dan moralitas yang dalam segolongan masyarakat masih kental.
Tujuan periklanan memang tidaklah satu dan tidak terpatok dalam sebuah makna. Bila kita tilik lebih jauh, periklanan adalah skema produsen global (kapitalis sebagai pemilik modal) untuk melanggengkan kekuasaannya dengan berusaha mengakumulasi modal sebanyak-banyaknya.
Aspek budaya memang terkadang teridentifikasi sebagai sebuah hal yang berwarna absurditas dan abstrak. Namun bukan dengan sebuah jalan yang dapat dibenturkan dengan memasukkan unsur-unsur realita (9terutama kebutuhan seseorang akan sesuatu).
Memang, pada akhirnya terjadi pergesera tujuan dari need of product menjadi need of desires.
Dalam iklan ini, masyarakat digiring kedalam keinginan untuk menjadi perawan kembal, dan hal yang paling parah adalah negasi terhadap kenyataan seseorang yang telah menikah seakan-akan nista dan tidak memiliki harapan hidup.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s