Ketika Sexy Itu Absurd

Perempuan memiliki nilai – nilai keindahan yang bisa dinikmati dengan segala daya tariknya. Mungkin hal ini yang sering digunakan oleh para pemasar untuk mempromosikan sebuah produk yang dilempar ke pasaran.
Menjual daya tarik perempuan ke ranah promosi semakin sering digunakan sebagai salah satu strategi komunikasi.
Eksploitasi. Korelasi antara perempuan dengan keindahan terkadang tidak selaras dengan tujuan komunikasi sebuah produk. Dalam display di sebuah pameran mobil, perempuan – perempuan sexy dipajang bersama mobil yang sedang dipamerkan.
Mungkin bagi para pengunjung itu merupakan sebuah hal yang menguntungkan, sekalian cuci mata. Namun, bukankah pameran mobil menjual mobil – mobil terbaru bukan untuk memamerkan perempuan – perempuan seksi.
Eksploitasi. Sebuah hal yang mendorong terjadinya pro kontra bagi para pelaku periklanan, pemasar dan masyarakt umum. Biar bagaimanapun. Penyajian media komunikasi seharunya mengindahkan etika social ketimuran yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Norma – norma social menjadi daya ukur dalam menilai pantas atau tidaknya setiap materi promosi khususnya periklanan yang disajikan setiap harinya kepada masyarakat. Pengaruh media massa sebagai saluran promosi sangatlah besar bagi kehidupan bermasyarakat.
Keberadaan Konsumen
Dijelaskan dalam Undang – undang Perlindungan Konsumen no. 8 tahun 1999, Konsumen adalah setiap pemakai barang / jasa yang tersedia dalam masyarakat baik kepentingan sendiri, keluarga, orang lain dan makhluk hidup lain bukan untuk diperdangangkan.
Keberadaan konsumen sebagai target pemasaran melalui alat promosinya seharusnya lebih dihargai dengan penyajian promosi melalui periklanan yang lebih cerdas dan lebih memahami karakter konsumen yang berada di wilayah kebudayaan timur yang masih memegang nilai, norma dan etika.
Penempatan perempuan sebagai alat promosi dengan prioritas keindahan dan kemolekan tubuh menjadi nilai yang tidak produktif. Hal tersebut dikarenakan bukanlah ruang informasi yang cerdas dengan kemampuan komunikasi yang gemilang.
Penyajian promosi dengan mekanisme periklanan diarahkan untuk mengedukasi konsumen mengenai produk dan memiliki tanggung jawab moral. Bukan hanya menjual tanpa bertanggung jawab atas efek negative yang timbul dari sudut kontradiktif pesan.
Peraanan konsumen harus lebih diprioritaskan melalui ruang – ruang komunikasi yang memiliki legalitas terpadu. Lembaga swadaya masyarakat yang berkiprah dalam perlindungan konsumen harus mampu memfasilitasi apresiasi dan aspirasi konsumen.
Melalui peranan lembaga tersebut dengan dukungan pemerintah melalui perangkat perundang-undangannya, konsumen harus dilindungi dari materi promosi khususnya periklanan yang memiliki dampak negative. Apalagi, media massa dapat diakses dengan mudah oleh anak – anak.
Dapat dikatakan, iklan – iklan yang menjual perempuan sexy dengan mempertontonkan kemolekan tubuhnya haruslah dipertimbangkan dengan sebaik – baiknya.
(eginamakoe.medkoadkomunika.X-Pressi Class.bonaparte_france@yahoo.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s