KITAB PERADABAN

Kitab Peradaban

balikin oh oh balikin
kehidupanku yang seperti dulu lagi
balikin oh oh balikin
kebebasanku yang seperti dulu lagi
(Slank – Balikin)

Syair tersebut cukup menggugah pemikiran. Memiliki relasi yang sangat kuat dengan terbelenggunya kebebasan setiap manusia sebagai makhluk berfikir.
Kebebasan kita sebagai anggota masyarakat yang harusnya memiliki kebebasan dalam berfikir, bersikap dan bertindak ternyata telah direnggut oleh suatu kekuatan yang sangat dahsyat.
Media massa. Kekuatan yang menggurita dalam semua lini kehidupan dengan kedigdayaannya mampu mendominasi relung pemikiran manusia. Hegemoni pemikiran melalui kekuatan pesannya menstimuli akal dan fikiran manusia untuk bertindak sesuai dengan agenda yang mereka (media massa) rencanakan.
Sruktur pesan dirancang sedemikian rupa hingga pada akhirnya massa mampu dikuasai. Dua professor jurnalisme Maxwell E. McCombs dan Donald L. Shaw pada tahun 1972 berpendapat bahwa media massa merupakan sebuah media penyampai pesan yang memiliki pengaruh sangat besar dalam menggerakkan sikap dan prilaku khalayak.
Persepsi masyarakat dibentuk oleh informasi yang disampaikan secara massal oleh media massa secara simultan. Kesepakatan umum pun tak terhindarkan, diakibatkan oIeh media massa yang mengelola isyu dengan manajemen komunikasi yang apik.
Tidak salah apabila kebebasan berfikir setiap anggota masyarakat merupakan sebuah hal yang sangat absurd ketika media massa dengan kedigdayaannya menjadi kitab peradaban baru.
(eginamakoe.medkoadkomunika.X-Pressi Class.adi_negara@plasa.com)

Iklan

Mengiklankan Olahraga – Mengolahragakan Iklan

Mengiklankan Olahraga, Mengolahragakan Iklan
Sepakbola merupakan salah satu cabang olah raga yang paling diminati masyarakat dunia khususnya di Indonesia. Situasi tersebut didukung oleh terbentuknya ruang industri di ranah persebakbolaan.
Terlihat pada proses jual beli pemain, penjualan merchandise hingga investasi terhadap klub sepakbola hingga hak siar dalam penayangan agenda pertandingan. Pundi – pundi rupiah pun mengalir dengan derasnya kepada pihak penyelenggara, klub sepakbola, pengiklan hingga pedagang asongan.
Hal ini didukung oleh daya tarik sepak bola sebagai olahraga yang memiliki karakteristik pendukungnya yang unik. Para pendukung sepakbola sangat besar dari segi kuantitas, tidak terbatas dan memiliki tingkat loyalitas yang tinggi terhadap klub yang didukungnya.
Dua raksasa penghasil rokok, Djarum dan Dji Sam Soe menjadi sosok produsen yang sangat aktif dalam mengelola sepakbola sebagai saluran komunikasi pemasaran mereka dan memanfaatkan loyalitas massa pendukung olahraga ini.
Penyelenggaraan Liga dan Copa menjadi ajang bagi keduanya untuk memperlihatkan superioritas merk yang mereka miliki. Format pertandingan dan penayangannya merupakan medium dalam mengkomunikasikan merek mereka masing-masing.
Perencana komunikasi pemasaran dari kedua belah pihak pun sangat jeli dalam merancang aktivitas below the line-nya dalam mengefektifkan pesan komersialnya. Jarak antara merek dan konsumen pun berusaha dihilangkan dengan pendekatan psikologi yang atraktif. Interaksi merek dengan konsumen diupayakan melalui aspek hiburan yang diusuguhkan di setiap pertandingan sepakola.
Pendekatan tersebut terlihat dari penayangan pertandingan di stasiun TV swasta yang menghadirkan presenter yang sagat komunikatif, komentator yang piawai dalam membawakan tayangan pertandingan hingga kuis dengan hadiah yang menggiurkan.
(eginamakoe.medkoadkomunika.X-Pressi Class.adi_negara@plasa.com)