agresor

Agresor

Invasi yang dilakukan oleh Amerika-Inggris-Australia yang tergabung dalam pasukan koalisi terhadap Iraq merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia, menyalahi aturan Internasional dalam pengakuan kedaulatan suatu bangsa. Ini semua merupakan konspirasai kapitalisme dalam melancarkan agresi ke Iraq untuk menguasai ladang minyak yang berlimpah di negara Iraq.

Korban sipil maupun militer telah berjatuhan, kaum wanita dan anak yang tak berdosa dan tak mengerti arti perang tersebut harus menanggung derita.

Perang ini terbagi dua, yaitu :

1. Perang fisik

Perang ini dilakukan oleh kedua belah pihak dengan menggunakan alat-alat militer sebagai senjatanya untuk melumpuhkan lawan, seperti tank, senjata tempur, pesawat udara, tentara / prajurit yang telah dilatih dan lain sebagainya

2. Perang non fisik

Perang ini menggunakan kekuatan media massa ( cetak maupun elektronik ) sebagai senjata untuk menjatuhkan semangat lawan dan dilakukan untuk merebut opini publik, mempengaruhi massa untuk berpihak dan melakukan pembenaran-pembenaran / berpropaganda.

Kedua jenis perang tersebut telah dimainkan oleh kedua belah pihak dan tidak dapat kita sangkal, kedua jenis perang tersebut sama-sama berbahaya, yaitu :

1. Perang fisik

Ø Biaya yang sangat besar dikeluarkan untuk perbekalan dan amunisi

Ø Mengorbankan manusia dari sisi jasmani dan rohani

Ø Menghancurkan fasilitas individu (perumahan) maupun fasilitas publik (perkantoran, jalan-jalan, rumah sakit, dsb.)

2. Perang non fisik / Psy War

Ø Biaya yang dikeluarkan sangat besar (membeli media).

Ø Mengorbankan manusia dari segi psikologis

Ø Menghancurkan sebuah hak kebebasan berfikir dan berpendapat

Semua hal itu dilakukan untuk kemenangan kepentingan, namun jelas terlihat bahwa Agresor Kapitalisme tidak akan pernah menyerah untuk mencapai kemenangan, walau dengan menghalalkan segala cara. Terlihat jelas sebuah strategi destruktif dalam merancang agresi yang tidak disetujui oleh PBB ini dan diprotes oleh berbagai kalangan yang masih peduli tegaknya HAM dan berpihak pada kemanusiaan diseluruh penjuru dunia . Beberapa strategi destruktif tersebut diantaranya :

1. Menggunakan kekuatan militer yang tidak sebanding, yaitu menurunkan ratusan ribu pasukan dan peralatan militer berteknologi tinggi untuk menunjang keberadaan pasukan di medan perang baik strategis maupun taktis.

2. Membombardir kawasan-kawasan yang dianggap mereka sebagai basis kekuatan Saddam dengan rudal-rudal yang dimuntahkan dari udara, hingga banyaknya korban sipil yang berjatuhan karena serangan tersebut.

3. Melumpuhkan fasilitas publik seperti fasilitas telekomusikasi, air bersih, listrik dan lainnya. Dampaknya, terjadi krisis kemanusiaan.

4. Menggunakan kekuatan media massa (cetak maupun elektronik) untuk menyebarkan kebohongan-kebohongan publik, menjatuhkan mental barisan Saddam, merebut opini dunia untuk mendukung agresi tersebut serta untukmendapatkan simpati rakyat Iraq dengan mempengaruhi mereka supaya memusuhi barisan Saddam dengan jalan menyebarkan fitnah bahwa Saddam harus dihancurkan karena rezim Saddam adalah Rezim yang menyengsarakan rakyat Iraq.

Selama penyerangan yang terjadi, Amerika selalu mencari kesalahan-kesalahan barisan Saddam untuk membuat image Saddam buruk di mata dunia. (eginamakoe)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s