Bea Thea (Explore Host Automagz)
Januari 27, 2011 Tinggalkan Komentar
Ini adalah ekspresi dari Presenter Program Automotive Jak TV ” Automagz”.
Set Outdoor. Props : Can Am Spyder
Expresi Saat Present ke arah kamera.
Starts In Here
Januari 27, 2011 Tinggalkan Komentar
Ini adalah ekspresi dari Presenter Program Automotive Jak TV ” Automagz”.
Set Outdoor. Props : Can Am Spyder
Expresi Saat Present ke arah kamera.
Januari 27, 2011 2 Komentar
Pekerjaan yang saya jalani menjadi sumber inspirasi. Dimana waktu luang bisa dimanfaatkan untuk aktifitas fotografi.
Salah satu oleh – oleh dalam mengisi waktu luang tersebut adalah Jepretan dengan Obyek Seorang presenter Cantik dari Program “JAKARTA BERSEPEDA” JAK TV.
NINDYA MEISHITA
Januari 26, 2011 Tinggalkan Komentar
DRIFTING. Salah satu cabang autosport di Indonesia yang kini tengah digemari kawula muda.
Terlihat di tahun 2010, kompetisi berskala nasional secara kontinyu digelar sebagai media pembibitan dan penorehan prestasi bagi para penggiat olahraga otomotif ini yang mengandalkan skill pengendalian kendaraan.
Mengutip dari SolusiMobil.com tentang sejarah drifting :
DRIFT!! sebuah ajang balap mobil baru dengan cara jalan menyamping, Sejarah drifting dimulai dari negeri Jepang sekitar pertengahan 1960-an, dipelopori kalangan motorsport underground yang disebut Rolling Zuku. Mereka mempraktekkan teknik opposite-lock dari reli ini di pegunungan (touge) yang berkelok-kelok dan beraspal licin di wilayah Rokkosan, Hakone, Irohazaka, dan Nagano.
Para samurai touge ini kemudian membawa aksi nekat mereka di perkotaan Jepang. Mereka biasanya nge-drift di jalanan sekitar pelabuhan, lapangan parkir tertutup dan di sirkuit setiap akhir pekan. Penggemar drift pun kian banyak dan kompetisi-kompetisi (ikaten) pun mulai banyak digelar di Jepang yang diorganiasi ole Video-OPTION.
Tahun 2001 Daijiro Inada (pendiri Option Magazine dan Tokyo Auto Salon) bersama Keiici ‘Dorikin’ (raja drifting) Tsuchiya seorang pembalap turing dan dijuluki ‘Bapak Drifting Profesional’ membuat seri kompetisi drifting profesional (D1 Grand Prix).
Pada dasarnya, teknik difting dilakukan dengan cara menginjak gas sampai full begitu mau dekat tikungan injak rem sambil tarik handbrake dengan kencang, kemudian lakukan countersteer sambil mainkan gas & kopling-nya agar mesin tidak mati.
Banyak orang awam mengira drifting dan slalom adalah sama, ternyata berbeda. Perbedaannya adalah kalau slalom itu cenderung pendek-pendek dan yang menjadi penilaian adalah catatan waktu tercepat, sementara drifting yang dilihat adalah keindahan gerakan mobil pada saat nge-drift dan biasanya drifting dilakukan di sirkuit atau trex yang luas/besar dan panjang.
Juli 28, 2010 Tinggalkan Komentar
Setiap harapan menjadi acuan bagi seseorang untuk maju dan sukses di hari esok.
Dengan membangun pengharapan yang yang disesuaikan dengan kemampuan obyektif, mendorong ekspresi jiwa yang positif.
Hal tersebut bisa dilakukan dengan menempatkan pengharapan di tengah – tengah hati dan pikiran, agar perjalanannya tidak terdeviasi oleh halangan internal maupun eksternal.
Juni 22, 2010 Tinggalkan Komentar
Perkembangan komunikasi massa berkembang dengan pesat, menuntut kita sebagai angota komunitas sosial untuk terus update terhadap setiap perkembangan yang terjadi.
Perubahan- perubahan yang signifikan terjadi adalah media penyampai komunikasi dari sumber ( source ) kepada khalayak (komunikan).
Salah satu contoh terbesar dan sat mengisi r- ruang diskusi adalah media virtual (internet). Babak baru dalam sejarah komunikasi setelah geger media telepon dan SMS.
Virtual Communication mengisi sendi – sendi kehidupan masyarakat. Memecah kebuntuan jarak dan waktu, menghilangkan sekat – sekat geografis, antar wilayah, negara hingga suku bangsa.
Virtual Communication mampu kita manfaatkan untuk kepentingan personal maupun untuk memperkuat jaringan, prmo produk dan yang tak kalah pentingnya adalah PENCITRAAN.
Apalagi saat ini, teknologi komunikasi telah didukung oleh perangkat komunikasi smartphone yang memiliki software / aplikasi mobile net / web. Dimanapun dan kapan pun, kita bisa ONLINE…
Mengutip syair lagunya Saykoji : Online..Online…..
Juni 20, 2010 Tinggalkan Komentar
Musim piala dunia menjadi fenomena 4 tahunan bagi masyarakat dunia. Seluruh pencinta bola tertuju perhatiannya pada perhelatan yang diselenggarakan di Afrika Selatan.
32 negara berkompetisi untuk memboyong tahta tertinggi di dunia sepak bola. Mempertaruhkan gengsi dan mengumbar loyalitas untuk membela negeri tercinta, walau terjadi warna naturalisasi di beberapa negara.
Setidaknya, ada beberapa pelajaran yang sebenarnya bisa kita jadikan referensi dalam metode berprilaku di keseharian dari setiap pertandingan yang kita saksikan.
Satu
Emosi, tentunya, pemain yang melupakan bagaimana mengontrol emosi dilapangan akan menjadi bencana bagi timnya. Ganjaran kartu menanti bagi setiap pelanggaran, kartu merah pastinya akan menjadi hukuman kolektif dan menurunkan semangat permainan.
Dua
Kepemimpinan. Bagi seorang kapten tim, ia harus mampu mengontrol permainan tim, flow serangan, metode bertahan dan menjaga semangat permainan merupakan tanggung jawab yang harus dipikul. Kapten yang tidak memiliki kekonsistenan dalam menjalankan strategi yang telah ditentukan menjadi hal yang paling mengkhawatirkan.
Tiga
Kekompakan. Bagaimana kalau setiap pemain maunya membawa bola sendirian tanpa mengoper ke rekan satu tim?
Empat
Strategi & taktik. Seluruh anggota tim tentunya memiliki tanggung jawab di posnya masing – masing, saat menyerang & waktunya bertahan harus diatur sedemikian rupa hingga kemenangan menjadi jawaban.
Lima
Yang tak kalah pentingnya adalah FAIR PLAY. Walaupun kompetisi ini untuk mencari dan menjadi pemenang, sikap juara yang paling penting adalah jujur dalam permainan, saling menghargai dan NO RASISME.
Juni 18, 2010 Tinggalkan Komentar
Bagaimana bila diri kita tidak pernah terlahir ke dunia ini?
Apakah kita bisa melihat cerahnya mentari pagi dan merasakan sapuan kehangatan sinarnya yang berpendaran di ruang pori-pori kita.
Bagaimana bila diri kita tidak pernah terlahir ke dunia ini?
Melihat keindahan birunya laut dan hijaunya dedaunan, merasakan kelembutan angin yang menyapa secara perlahan.
Sanggupkah kita untuk membayangkan keadaan diri ini dalam kondisi ketidakadaan, menjumpai kegelapan nan pekat.
Bila diri kita tidak terlahir, maka, tak pernah bisa kita berada dalam pelukan orang memberikan kasih sayang dan kenyamanan
Juni 12, 2010 Tinggalkan Komentar
Sebagai manusia, setiap harinya kita pernah dan atau melakukan kesalahan. Baik disengaja ataupun tidak.
Kesalahan – kesalahan tersebut bisa berupa prilaku dan kata-kata.
Karena kesalahan – kesalahan tersebut, di dalam hati dan pikiran kita, ada rasa yang terbentuk.
Rasa tersebut akan menjelma menjadi bom waktu yang menghitung mundur dan siap meledak dengan dahsyatnya apabila kesalahan yang telah diperbuat tidak diperbaiki sama sekali.
Menjadi sebuah pilihan bagi kita, memperbaiki kesalahan dengan seksama atau menjalankan dan melupakannya.
Juni 10, 2010 Tinggalkan Komentar
Pencitraan bagi publik figure merupakan satu hal yang mutlak harus ditata dan dikelola secara matang, profesional, terukur dan terarah.
Karena, aktifitas pencitraan ini merupakan sebuah investasi jangka panjang dan menjadi sebuah kapital yang tersentralisir di ruang pemikiran, prilaku, perkataan dan perbuatan para publik figure.
Pemeliharaan CITRA ini memang tidak mudah, karena harus benar-benar mendengar suara-suara masyarakat, pastinya, kehidupan privasi menjadi sedikit baik secara kualitas dan kuantitas.
MElakukan tindakan negatif, merusak nama baik, menjadi bumerang di waktu-waktu mendatang.
Juni 3, 2010 Tinggalkan Komentar
Membuka ruang diri menjadi kewajiban bagi kita semua. Membangun persepsi yang positif agar bisa melekat dalam setiap langkah, pembawaan, karakter dan prilaku.
Tahapan – tahapannya sebenarnya tergantung akan situasi dan kondisi secara obyektif yang terjadi di keseharian kita.
hal tersebut didasari atas :
1. Keikhlasan
2. “merasakan” sesuatu secara positif
3. ” memikirkan” sesuatu secara positif
4. ” melakukan” sesuatu secara positif
5. ” membangun ” tujuan yang positif
Dasar – dasar tersebut dituangkan kedalam setiap pikiran dan langkah kita setiap harinya.
Pastinya, terlaksana dalam koridor obyektifitas yang menghilangkan ” subyektifitas.